Isyana Sarasvati kembali melangkah ke fase baru dalam perjalanan musiknya lewat “Babel”, sebuah single yang menjadi pembuka Bab 4: ABADHI dalam semesta EKLEKTIKO. Di titik ini, bukan hanya cerita yang mencapai ujungnya, tetapi juga proses panjang yang membentuk Isyana sebagai musisi dan individu.
Sejak awal, “Babel” tidak berdiri sebagai lagu tentang kehancuran. Lagu ini justru merayakan harmoni yang lahir dari ketidakteraturan. Dunia yang riuh, penuh perbedaan suara dan bahasa, dihadirkan bukan sebagai sesuatu yang memecah, melainkan sebagai ruang lahirnya pemahaman dan identitas baru.
“Lewat ‘Babel’, aku ingin menceritakan perjalanan menemukan jati diri dan kesatuan di tengah keragaman, sebuah ruang di mana berbagai suara, bahasa, dan mimpi bertemu, bercampur, lalu menyatu,” ungkap Isyana.
Perjalanan menuju fase ini juga terasa personal. Setelah melalui rangkaian panjang EKLEKTIKO, Isyana mengalami perubahan yang signifikan. Ia tidak lagi membatasi dirinya dalam satu bentuk atau identitas, melainkan merangkul seluruh sisi yang membentuk dirinya. Kebebasan, keberanian bereksplorasi, hingga kedalaman spiritual menjadi warna yang semakin terasa di fase ini.
Secara musikal, “Babel” bergerak dalam lanskap symphonic metal yang megah dan dinamis. Orkestrasi yang luas bertemu dengan energi metal yang intens, menciptakan komposisi yang terasa penuh namun tetap emosional. Proses kreatifnya pun berjalan intuitif, membiarkan rasa menjadi kompas utama dalam membangun aransemen. Di “Babel”, kekacauan tidak disederhanakan, tetapi dirangkul sebagai sumber keindahan.
Sebagai pintu masuk menuju ABADHI, lagu ini membawa pendengar pada fase penyatuan. Sebuah fase di mana seluruh perjalanan, baik terang maupun gelap, diterima sebagai bagian utuh dari kehidupan. Tidak lagi tentang memilih sisi, melainkan memahami bahwa semuanya memiliki makna.
Di tengah dunia yang semakin bising, “Babel” terasa seperti ruang refleksi. Ia mengajak pendengar untuk menemukan makna di balik dinamika, memahami perbedaan, dan melihat keindahan dalam setiap lapisan kehidupan. Siapa pun yang merasa terhubung, akan menemukan ruangnya sendiri di dalam lagu ini.
ABADHI menjadi penutup dari perjalanan panjang EKLEKTIKO yang akan bermuara pada perilisan album penuh pada Mei 2026. “Babel” pun menjadi titik awal dari penghujung tersebut, sekaligus penanda bahwa seluruh perjalanan ini akhirnya menuju satu hal: keutuhan.